Raining on Me

Ya Gw akan Maju

Ya akhirnya waktu itu datang juga. Mengendarai sepeda di malam hari, menghirup udara berbau rerumputan yang sebentar lagi akan gw rindukan. Memandang langit luas dengan anting2 bintang memenuhi luasnya, yang sebentar lagi akan membuat gw melamun.

Ya teman akhirnya masa itu datang juga, rasa sedih dan ingin mengeluarkan air mata akhirnya datang juga. Apakah gw harus menangis ?? Entahlah. Rasanya rasa kehilangan yang kemarin tidak tampak, akhirnya muncul juga. Gw rasa gw siap, lebih siap dari kepindahan yang dulu. Lebih siap karena gw memimpikan keuntungan.  Dan itu yang gw mau, tidak ada paksaan dari siapa dan manapun.

Pesta itu telah selesai, menyisakan canda tawa dan terpatri dalam bingkai foto memori.  Tapi kesunyian malam membuat gw memutar film2 dalam memori, menerawang membayangkan masa dulu. Ahhhh helaan nafas panjang membuat gw rasanya lebih kuat. Memandang sekeliling ruangan berukuran 4×4, memandang kursi yang sudah menemani gw dalam suka dan duka. Memandang foto tua yang terpajang, dimana setengahnya telah pergi mencari pengalaman baru.

Ya… Gw memang harus maju…. maju ke arah terbitnya matahari. Langkah besar yang harus gw ambil. Maha Pencipta, berikan gw kekuatan yang selama ini telah engkau berikan. Biarkan gw lebih bertahan lagi dalam masa yang mungkin tak pernah ada sebelumnya.

*** Buat temen2 blogger gw tersayang, maafkan gw belum sempat jalan2 ke tempat kalian. Rasanya belakangan ini gw tenggelam dalam hasyuk masyuk duniawi, dan menikmatinya.  ***


Secangkir Cappucino

Secangkir cappuccino buatan Santi dan sebuah oreo membuat gw bisa menikmati siang terik yang membara ini

Secangkir cappucino ditemani sebuah oreo membuat gw bisa menikmati lagu Georgia Peachnya Alchemy

Secangkir cappucino ditemani sebuah oreo membawa angan gw mengembara menjelajahi dunia khayal

Secangkir cappucino ditemani sebuah oreo membuat gw menikmati saat2 menjelang perpisahan

Secangkir cappucino ditemani sebuah oreo membuat gw sadar…. bahwa bukan sebuah oreo yg gw makan…melainkan banyak oreo …


Ganteng tapi…..

Cowo itu tampan dengan tinggi mungkin 170an, punya janggut, berkacamata, dan gw yakin dia pasti jadi uhuy2nya dan -dipanggil orang gila2- digila2in ma perempuan2 yg kenyes2.  Siapa yang nggak mau jadi cewe dia kecuali gw tentunya hihihihi….. Kalau di bandingkan dengan Ferry Salim, dia gambaran Ferry waktu masih muda. Dari segi fisik memang dia gk ada celah atau cacatnya, apalagi cacaran.

 

Tuhan itu maha pencipta ya. Gk ada mahluk sempurna di dunia ini. Dan pembuktian itu ada di depan gw. Yah di depan gw…. Kalian tau …dibalik ketampanan itu ada sedikit cacat…. Tiap kali dia hirup bubur kacang ijo, tiap kali pula bunyi yg tak enak didengar itu bergema…Ssssslllllluuuuurrrppp……ssssllllluuurrppp. Sendok demi sendok dia hirup kehangatan bubur kacang ijo. Sementara tetangga disebelahnya merana terajana mendengar suara yang amat di benci. Belum cukup suara ssssllluuurrrpppp di keluarkan ada lagi nada muncul tak mau kalah dengan temannyaDengan perlahan tapi pasti dan dengan nada dasar Y (Yaampyun) keluarlah suara itu, capcapcapcap. Suara yang membuat telinga ini merana durjana.

 

Tak hanya satu piring mie goreng yg dia habiskan, masih ada bubur kacang ijo dan disusul dengan opor ayam menjadi santapannya. Suara2 itu tetap muncul silih berganti terdengar.  Sementara sang Ayah -itu menurut gw- dengan santainya duduk cantik. Ah nak, kalau kau tau salah satu pendengarmu pasti membenci caramu bercumbu dengan makanan. Andai kau tau banyak mahluk tuhan yg berlekuk2 itu merana mendengarkan suara makanmu, belum lagi suara sendawa di tengah ruangan yg sunyi ini….Kalau saja ada cctv dan tayangan itu ditunjukkan padamu, gw yakinkau akan tambah menundukkan kepalamu memeluk bumi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Buat Om

Om ..sore ini langit cerah. Biru menghampar di antara gelembung2 awan. Angin berhembus meredakan peluh dan gerak kaki.

Kamu tau di tengah2 lagu Bryan Adams “Inside out”, yang membuatku merinding disko . Membayangkan pertemuan yang diimpi-impikan. Ingin cepat2 bertemu denganmu. Kamu tau kalau semalam aku memimpikanmu. Memulas bibirmu dengan menjelajahi punggungmu. Di tengah laut, bermandikan matahari yang menyala bak kembang api di malam hari. Ah.. teriksa, perasaanku tersiksa.  Pikiranku mengembara, menjelajah isi bumi mencari ketenangan. Mencari embun pelepas dahaga.

Seperti ayam yang menantikan terbitnya matahari. Seperti padi merindukan hujan. Itulah perasaanku padamu. Ya… lama sudah kita tak bertemu, hanya mencuri2 waktu dengan menelpon atau mengirimkan sms. Ya… hanya malam2 saja yang menemani kita. Malam-malam yang memberikan kita waktu dengan leluasa bercumbu.  Malam adalah sahabat terbaik yang kita punya. Ia mengerti kapan harus diam, kapan harus menyampaikan berita. Dinding saksi pertemuan kita di atas angin. Ia membisu, walau sering mencuri dengar.  Let’s make a night to remember menjadi lagu kita. Ya lagu kita, lagu yang kita “claim” sebagai punya kita, walau Bryan Adams yang menemukannya.

Kalau mesin waktu ditemukan, aku yakin kita berdua akan memborong semuanya. Kalau mesin waktu ada, aku yakin kita berdua tak mau berbagi dengan yang lain.

Kapan…. kapan waktu pertemuan itu akan datang ??? Hanya Om yang bisa menjawabnya …


Selamat Jalan

Sepi itu baru saja terasa. 1 jam  berlalu engkau pergi dari sini dan mungkin takkan kembali. Ya…Pak Nursalim Chan..lebih tepatnya lagi Pak Chan. Teman satu kerja,  satu kantor dan satu ruangan yang saya kenal 6 tahun lalu. Ah…6 tahun yg panjang sungguh tak terasa. Rasanya baru kemarin Pak Chan, saya masuk ke ruangan ini. Berbagi tawa, cerita canda dan amarah. Rasanya baru kemarin saya bener2 akrab denganmu. 14 tahun sudah dirimu berkutat dengan pekerjaan yang tidak dihargai sepantasnya oleh manusia2 tinggi tak berbelas kasih. 14 tahun tanpa terasa, kau kokoh berdiri merapatkan barisan agar tetap berdiri egak. Bahkan sampai kemarin pun kau masih bekerja dengan penuh dedikasi tinggi, pagi ini kau masih melayani tamu-tamu yang datang. Ucapmu “Saya diajarkan oleh bos saya dulu orang Jerman. Untuk tetap bekerja walaupun pensiun datang”. Ah Pak Chan kata2 yang menusuk hati membangunkan saraf2 untuk mengingat apa yang telah mereka berikan kepadamu, tak sebanding dengan perkataanmu.

Hari ini, yah tepatnya jam 9 pagi kami mengadakan sebuah pesta kecil untuk mengingatmu.  Sebuah pesta yang tentunya tak mau kau adakan. Sebuah pesta yang bisa membuatmu menangis. Tetes air mata itu keluar dari mata yang melihat begitu banyak peristiwa yang terjadi. Tetes air mata itu keluar dari hati yang menahan beban berat dalam menjalani hidup. Tetes air mata itu keluar dari jiwa yang bersimbah peluh.  Peluk eratmu ke setiap orang memberikan kedamaian, jabat tangan eratmu memindahkan kekuatan, senyumanmu memberikan keberanian.

Saat ini saya masih berduka merasa sepi…seakan2 kami tidak akan bertemu lagi. Ternyata kehilangan menyadarkan hati bahwa sangat berarti mempunyai teman seperti mu Pak Chan, dan mungkin tidak akan ada manusia yang bisa menggantikanmu. Jaket hitam almamater dan sebuah foto dipersembahakan untuk mengingatmu kembali bahwa hari ini saya kehilangan satu lagi teman kerja yang memberikan saya banyak pengalaman hidup.

1.jpg


Terimakasih… I Love You All

Mau ngucapin terima kasih buat Mba Endang, Mbok Venus, Mba El, Yayie, Rini, Beth, Rani 80-an, Diyani, Poni, Om Nanang, Keluarga Pondok Kelapa, Mas Eko buat ucapannya dan doa-doanya di hari ini. Love You All so much


Perpisahan

dsc03025.JPG 

 Abis pesta buah lanjut…. makan kue tart. Gw cuma bagian motong ajah. Perpisahan ibu Elfina yang mau pensiun. Semoga tetep sehat ya bu….

 


Pesta Durian, Rambutan, Salak, Kedondong

dsc03002.JPG

Uhuy… pura2nya sih perkenalan anggota ERT sama EIT, padahal cuma mau makan buah bareng…


Famous

Kalimantan ditengah siang hari yang nggak jelas mendung nggak panas nggak. Sekali lagi gue coba wat sms manusia paling populer saat ini. Damn….5 …15….30 menit gk ada balasan juga… Gue coba telpon deh, namanya juga temen ya harus berkorban… Hore diangkat..

“Halo…” Suara diseberang sana, suara yang sangat gue kenal.

“Eh lagi ngapain..” Seperti biasa kata pembuka gue buat dia.

“Ya biasa lah nggak ngapa2in sih”, nada suara yang terpaksa…males2an..

“Oh….” Jawab gue dengan perasaan menyesal kenapa juga gue mau telpon dia.

Hening…diam… hanya otak gw yang mencaci maki

“Ya udah deh sori klo ganggu”, mulut gue monyong monyang manying.

“Oke, baii” Ujar suara diseberang sana… Rasanya dia lega harus menyudahi percapakan ini.

Klik..handphone gue matiin dan gue lempar ke atas kasur. Bruk…gue rebahkan badan gue ke atas kasur.. Gulang guling… gue tatap langit-langit kamar, pikiran gue mengembara mencari-cari jawaban yang pas untuk memenuhi rasa kecewa, penasaran dan makian gw.

Ah.. 1 tahun yang lalu, gue adalah orang pertama yang mengajak dia berkenalan. Lebih tepatnya gue adalah orang yang paling sering berbicara dan memberi perhatian ke dia.  1 tahun yang lalu gue bisa bebas bercengkrama dengan dia, seperti gue, kami saling bergantung satu sama lain. Selama rentang waktu itu pula gw ajarkan  dia bagaimana menghadapi dunia ini, bagaimana bersosialisasi dan berbaur dengan sekitar. 31.536.000 detik gue berbagi waktu dengan dia. Iya D I A mahluk tuhan yang bertemu pertama kali di kantin.

Dia sama seperti lelaki kebanyakan, punya 2 mata, hidung, telinga dan sedikit kumis tipis di atas bibirnya. Kami memang satu kelas, tapi dia selalu berada di pojok. Entah di dalam kelas, di taman atau ruang praktek. Jarang sekali ada teman yang mengajaknya ngobrol.  Kebetulan waktu itu gue dipasangkan dengan dia untuk mengerjakan tugas mata kuliah Perencanaan Lingkungan. Canggung adalah perasaan yang gue alami ketika mulai membicarakan tugas itu.  Seminggu berlalu setelah gue selalu berhubungan dengan dia, semakin lama gue semakin tau kalau dia tidak pendiam dan membosankan seperti wujud fisiknya. Malah sebenarnya dia masuk katagori cowo yang bermasa depan cerah hihihi. Bukan karena dia kaya -anak pertama dari 2 bersaudara pengusaha show room mobil- kenapa gue sebut dia cowo bermasa depan cerah, tapi memang pola pikir dia, cara dia menganalisa dan tentunya otaknya yang cemerlang menjadikan dia prospek yang cerah untuk masa yang akan datang.

2 bulan berlalu dan akhirnya dia bisa berbaur dengan lingkungan sekitarnya. Boleh dibilang dia sudah menjadi perhatiaan cewe2 di kelas kami. Selama itu hubungan gue dan dia baik2 saja. Di sela2 waktu kuliah gue selalu mendorong dia untuk lebih berani lagi untuk mengemukakan pendapat, bercanda dengan teman2, ikut jadi panitia di setiap acara yang diselenggarakan jurusan kami.

6 bulan sudah, dia sudah menjadi ketua HMJ. Hebat…dan gue bersyukur atas pencapaian yang dia raih. Yah gue adalah orang di belakang layar, yang bisa membuat dia seperti ini. Membuat dia diterima oleh semua orang, dikenal bahkan dipuja. Bukan gue mau sombong atau congkak, tapi kenyataannya seperti itu. Gue bisa merubah seekor kelinci menjadi singa. I am the Master.

10 bulan, akhirnya waktu wisuda tiba juga. Ada sedikit perubahan, bukan sedikit lebih tepatnya 50%.  Perlahan dia mulai meninggalkan gue. Dalam artian gw udah nggak diminta lagi pendapatnya, dia mulai tidak mau lagi ngobrol panjang lebar ke gue, hanya pada saat2 tertentu saja dia mau berlama-lama dengan gue itupun karena dimata dia hanya gw yang mampu membantu dia.  Kesal ?? sedikit ada, tapi gue biarkan rasa itu melayang2 di atas ubun2 kepala gue. ”Eh kok loe udah gk bareng lagi sih ma Monty ?”.  Beribu alasan gue buat, supaya orang2 tidak tahu bahwa diantara kami sudah ada jarak. Goblok memang, gue bertahan buat seorang kelinci…. kelinci yang sudah berubah menjadi singa.

12 bulan.  Sampai telepon gue tutup tadi, dia semakin jauh. Semprullll kenapa sekarang keadaan berbalik, tampaknya sekarang gue yang berubah jadi kelinci. Rajin menanyai kabarnya, tanpa dia pernah berbuat hal yang sama.  Menawarkan bantuan atau sekedar mengajak makan siang yang tak pernah di “iya” kan olehnya. 

Ah ternyata  ada saatnya ketika orang sudah berubah menjadi dikenal, populer, hebat atau mumpuni dia akan melupakan kita. Ketika dia bukan siapa2 maka kita yang akan dipuja2nya bak Raja. Kita adalah yang paling cocok untuk dia. Kita yang paling oke dimata dia. Kalau dia sudah di atas puncaknya maka dia akan berubah menjadi musuh. Musuh dalam selimut yang siap kapan saja merobek2 perasaan kita.

NB: Monty adalah benar sahabat gue dan sekarang tinggal di Batam. Tapi Monty bukanlah “dia”. Monty adalah inspirasi gw. Pesan moralnya adalah jangan sakit hati ketika elo selalu tidak bisa menggapai teman/sahabat/saudara  yang dulu “bukan apa2″ dan sekarang menjadi “siapa”. 


Ah .. Ngefans sama IGUN

Sumpah gw ngefans banget sama IGUN…. duh..dari mulai dia bongsor sampai akhirnya dia semok tetep deh seneng liat dia. Gw pernah liat dia bertahun-tahun yang lalu , ah dia ramah seramah penampilannya di layar kaca Sekarang dia muncul di acara kompetisi artis di salah satu TV swasta, dan tetep penampilan dia bikin gw termehe-mehe. Ah… Ivan Gunawan…kapan gw bisa pesen baju sama elo yah, dengan harga diskon tentunya hihihihi


      Next Page »